DEPRIYANTO
MEPI-5/5
NILAI UANG MENURUT WAKTU MENURUT
ISLAM
A. Pengertian Nilai Uang
Dalam Ekonomi
Tradisional uang didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima
secara umum. Alat tukar itu berupa benda apa saja yang dapat diterima oleh
setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu
ekonomi modern definisi uang menurut D.H. Roberson dalam bukunya money,
disebutkan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk
mendapatkan barang-barang.
Dunia bisnis
adalah aktivitas uang sebagai. Kapital akhir periode (K2) harus lebih besar
dari pada kapital awal periode (K1), itu artinya bisnis memperoleh laba.
Jembatan yang menghubungkan K1 & K2 adalah tingkat bunga. Jadi, baik nilai
sekarang maupun nilai masa mendatang yang dinilai pada tingkat bunga yang
ditentukan maupun dievaluasi, maka BUNGA dapat dikatakan sebagai sejumlah uang
yang dibayarkan atau dihasilkan sebagai kompensasi terhadap apa yang dapat
diperoleh dari penggunaan uang.
Jenis Bunga:
1.
Bunga sederhana
2.
Bunga berbunga
B.
Nilai
Uang Masa Mendatang (Future Value)
Nilai uang masa mendatang adalah nilai uang dimasa
yang akan datang dengan tingkat bunga tertentu.
Rumus:
FV = PV (1 + r)n
FV
= Future Value ; PV = Nilai sekarang; r =
Rate/bunga; n = tahun/periode
contoh:
Jika
pada tahun 2000, Agung menabung uangnya ke Bank Mandiri sebesar Rp. 2.000.000,
dengan tingkat bunga sebesar 12% per tahun. maka setelah satu tahun jumlah uang Agung berjumlah?
Diketahui: PV = Rp. 2.000.000
r = 12% = 12/100 = 0,12
n = 1
Ditanyakan:
FV
Jawab:
Rumus:
FV = PV (1 + r)n
FV
= Rp. 2.000.000 (1+0,12)1
FV
= Rp. 2.000.000 (1,12)1
FV
= Rp. 2.240.000
C.
Nilai
Uang Sekarang (Present Value)
Present value adalah suatu nilai saat ini dari
jumlah uang dimasa yang akan datang atau serangkaian pembayaran yang dinilai
pada tingkat bunga yang ditentukan. Setiap individu berpendapat bahwa nilai
uang saat ini lebih berharga dari pada nanti.
Sejumlah uang akan diterima dari hasil investasi
pada akhir tahun, kalau kita memperhatikan nilai waktu uang, maka nilainya akan
lebih rendah pada akhir tahun depan. Sedangkan jika tidak, maka uang yang akan
kita terima pada akhir tahun depan adalah sama nilainya yang kita miliki
sekarang.
Rumus:
PV = 
PV = Nilai sekarang; FV = Future Value ; r = Rate/bunga; n = tahun/periode
Contoh soal:
Harga sepeda motor 2 tahun mendatang sebesar Rp.
10.000.000. Tingkat bunga rata-rata 12% setahun. Berapa yang harus ditabung
Agung saat ini agar dapat membelinya?
Diketahui: FV = Rp. 10.000.000
r =
12% = 0,12
n =
2
Ditanyakan:
PV?
Jawab:
Rumus:
PV = 
PV = 
PV = Rp. 7.971.939
D.
Anuitas
Anuitas adalah
rentetan pembayaan atau penerimaan uang yang biasanya sama besar yang
dibayarkan pada interval waktu yang sama, misalnya premi asuransi, pembayaran
sewa, pembayaran bunga obligasi, dll. Macam-macam anuitas:
a. Nilai
yang Akan Datang dari Suatu Anuitas (Anuitas Biasa)
Suatu
janji untuk pembayaran jumlah tertentu per tahun selama n tahun dan bila tiap pembayaran dilakukan pada tiap akhir tahun.
Contoh:
si A meminjam uang sebesar Rp. 3.000
dengan pembayaran Rp. 1.000 dengan bunga 10% selama 3
tahun yang dibayar pada tiap akhir tahun. Berapakah nilai yang akan datang dari
suatu anuitas (anuitas biasa)?
Dik: a = Rp. 1.000
r = 10%
= 0,1
n = 3
Dit:
Anuitas Biasa?
Jawab:
-
Awal tahun = 0
-
Akhir tahun 1,
Sn = a (1+r)n-1
=
Rp. 1.000 (1+0,1)3-1
= Rp. 1.000 (1,1)2
= Rp. 1.210
-
Akhir tahun 2,
Sn = a (1+r)n-2
= Rp. 1.000 (1+0,1)3-2
= Rp. 1.000 (1,1)1
= Rp. 1.100
-
Akhir tahun 3,
Sn = a (1+r)n-3
= Rp. 1.000 (1+0,1)3-3
= Rp. 1.000 (1,1)0
= Rp. 1.000
Jadi,
nilai yang akan datang anuitas @10% atas Rp. 1.000 selama 3 tahun adalah Rp.
3.310
b. Nilai
yang Akan Datang dari Jatuh Tempo Anuitas (Anuitas Terhutang)
Adalah
pembayaran atau penerimaan dilakukan pada awal tahun.
Contoh:
si A meminjam uang sebesar Rp. 3.000
dengan pembayaran Rp. 1.000 dengan bunga 10% selama 3
tahun yang dibayar pada awal tahun. Berapakah nilai yang akan datang dari suatu
anuitas terhutang?
Dik: a = Rp. 1.000
r =
10% = 0,1
n = 3
Dit:
Anuitas terhutang?
Jawab:
-
Awal tahun
Sn
= a (1+r)n
= Rp. 1.000 (1+0,1)3
= Rp. 1.331
-
Akhir tahun 1
Sn = a (1+r)n-1
= Rp. 1.000
(1+0,1)3-1
= Rp. 1.210
-
Akhir tahun 2
Sn = a (1+r)n-2
= Rp. 1.000 (1+0,1)3-2
= Rp. 1.100
-
Akhir tahun 3
Nilai yang akan datang anuitas @10% atas Rp. 1.000
adalah Rp. 3.641
c. Nilai
sekarang anuitas dari suatu anuitas
Contoh Soal:
si A meminjam uang sebesar Rp. 3.000
dengan pembayaran Rp. 1.000 dengan bunga 10% selama 3
tahun yang dibayar pada awal tahun. Berapakah nilai sekarang anuitas dari suatu
anuitas tersebut?
Dik:
a = Rp. 1.000; r = 10% = 0,1;
n =
akhir tahun 1, n = 1
akhir tahun 2, n = 2
akhir tahun 3, n= 3
Dit:
Nilai sekarang anuitas dari suatu anuitas?
Jawab:
-
Awal tahun = 0
-
Akhir tahun 1
Sn
= a

Sn
= Rp. 1.000 

Sn
= Rp. 909,09
-
Akhir tahun 2
Sn = a

Sn = Rp. 1.000 

Sn = Rp. 826,45
-
Akhir tahun 3
Sn = a

Sn = Rp. 1.000 

Sn = Rp. 751,31
-
Nilai sekarang anuitas @10% atas Rp.
1.000 adalah Rp. 2.486,85
d. Nilai
sekarang anuitas jatuh tempo
Contoh soal:
si A meminjam uang sebesar Rp. 3.000
dengan pembayaran Rp. 1.000 dengan bunga 10% selama 3
tahun yang dibayar pada awal tahun. Berapakah nilai sekarang anuitas dari suatu
anuitas tersebut?
Dik:
a = Rp. 1.000
r = 10%
= 0,1
Dit: Nilai sekarang anuitas jatuh tempo dari suatu
anuitas?
Jawab:
-
Awal tahun = Rp.1.000
-
Akhir tahun 1
Sn = a

Sn = Rp. 1.000 

Sn = Rp. 909,09
-
Akhir tahun 2
Sn = a

Sn = Rp. 1.000 

Sn = Rp. 826,45
-
Akhir tahun 3 = 0
-
Nilai sekarang anuitas @10% atas Rp.
1.000 adalah Rp. 2.735,54
E.
Nilai
Waktu Uang dalam Islam
Yang dikenal dalam konsep ekonomi islam adalah
ECONOMIC VALUE OF TIME (yang bernilai adalah waktu itu sendiri) bukan Value of
Money. Islam memperbolehkan penetapan harga tangguh bayar lebih tinggi dari
pada harga tunai. Hal ini diperbolehkan karena semata-mata ditahannya hak si
penjual barang (keuntungan).
Ekonomi islam memandang waktulah yang memiliki nilai
ekonomis (penting). Pentingnya waktu
disebutkan Allah dalam Q.S Al-Ashr ayat 1-3.

Artinya:
“Demi
masa (1). Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (2),
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3).”
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3).”
Economic
value of time digunakan dalam menghitung nisbah bagi hasil dibank syari’ah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar