DEPRIYANTO
MEPI 5
AKTIVA TETAP
BERWUJUD ( PENARIKAN ) DAN AKTIVA TAK BERWUJUD
Penjualan
Aktiva tetap yang sudah tidak terpakai lagi dapat ditarik dari pemakaian.
Penarikan (retirements) deapat dilakukan dengan dijual ,ditukarkan dengan
aktiva lain atau dibuang begitu saja (dihapuskan). Ayat jurnal yang harus
dibuat untuk ketiga macam transaksi tersebut sedikit berbeda ,namun yang pasti
,nilai buku aktiva yang bersangkutan harus dikeluarkan dati pembukuan.Hal ini
dilakukan dengan mengkredit hargaperolehan dan mendebit akumulasi
penyusutannya. Suatu aktiva tetap tidak boleh dikeluarkan dari pembukuan hanya
karena telah habis disusutkan.Harga perolehan maupun akumulasi penyusutan
aktiva tetap yang telah habis disusutkan tetap disajikan,walaupun kalau dinetokan
,nilai bukunya sama dengan nol.
Apabila suatu aktiva tetap dijual,niai bukunya
dihitung sampai dengan tanggal penjualan. Nilai buku ini kemudian dibandingkan
dengan hasil penjualan yang diterima. Selisih yang diperoleh merupakan
keuntungan atau kerugian karena penjualan aktiva tetap.
Penukaran
Suatu aktiva tetap yang sudah berkurang manfaatnya
,dapat ditukarkan dengan yang lain. Penukaran aktiva teatp dapat dilakukan
dengan aktiva sejenis ( misalnya mobil dengan mobil ) atau dapat juga dengan
tidak sejenis ( misalnya mobil dengan mesin ).
Dalam penukaran (trade in) aktiva tetap ,terlebih
dahulu harus ditentukan nilai tukarnya ( trade in allowance). Selisih antara
nilai tukar aktiva lama dengan harga aktiva baru merupakan keuntungan atau
kerugian dari penukaran. Apabila nilai tukar lebih besar dari nilai buku,maka
memperoleh keuntungan dan sebaliknya jika nilai tukar lebih kecil dari nilai
buku maka merupakan kerugian.Ada dua cara pencatatan untuk transaksi penukaran
aktiva tetap yaitu :
a.
Untuk
penukaran aktiva tidak sejenis ,keuntungan dan kerugian dibebankan dalam tahun
berjalan
b.
Untuk
penukaran aktiva sejenis,keuntungan dikurangkan pada harga aktiva
baru,sedangkan kerugian dibebankan dalam tahun berjalan.
Penghapusan
Kemungkinan lain bagi aktiva yang sudah tidak bermanfaat adalah dihapuskan.Ini
terjadi kalau aktiva tetap tidak dapat dijual atau ditukarkan. Apabila aktiva
belum disusutkan penuh ,maka akibat penghapusan ini adalah terjadinya kerugian
sebesar nilai buku. Seperti halnya kerugian dari penjualan aktiva tetap
kerugian karena penghapusan aktiva juga dilaporkan sebagai biaya
lain-lain.Adakalanya penghapusan aktiva tetap dilakukan karena kejadian
–kejadian yang tidak diharapkan seperti kebakaran.
Untuk menggambarkan kejadian ini ,anggaplah bahwa mobil yang dibeli pada
tanggal 2 januari 199 AA dengan harga Rp. 10.000.000,pada tanggal 1 Juli 199 B
mengalami tabrakan berat dan tidak dapat dipakai lagi.Ganti rugi yang diterima
dari perusahaan asuransi adalah Rp. 8.000.000 .Ayat jurnal yang sesuai yaitu :
1.
(D) Biaya
penyusutan
1.000.000
(K) Akumulasi
penyusutan
1.000.000
2.
(D) Akumulasi
penyusutan
7.000.000
(D) Kerugaian karena penghapusan aktiva
tetap 3.000.000
(K) Kendaraan
10.000.000
3.
(D) Piutang klaim
asuransi
8.000.000
(K) Pendapatan klaim
asuransi
8000.000
Ayat jurnal (1) adalah ayat jurnal untuk mencatat penyusutan dari tanggal 1
Januari 199 A sampai dengan 1 Juli 199 B yang belum dicatat. Ayat jurnal (2)
mencatat penghapusan aktiva tetap ,sedang ayat jurnal (3) mencata klaim
asuransi yang akan diterima.
Aktiva Tetap
Bernilai Kecil
Salah satu criteria untuk dapat dikategorikan sebgai aktiva tetap adalah
nilainya yang besar. Aktiva tetap yang nilai per unitnya kecil,dapat langsung dibebankan
sebagai biaya pada saat perolehan.Manajemen perusahaan perlu menetapkan batau
untuk pengeluaran yang harus dikapitalisir sebagai aktiva tetap dan pengeluaran
yang harus dibebankan sebagai biaya. Apabila pengeluaran untuk aktiva –aktiva
tetap yang nilainya kecil misalnya suku cadang,dikapitalisir ,maka
pencatatannya dapat dikelompokan menjadi satu. Penyusutan secara regular tidak
dihitung. Pembebanan ke biaya dilakukan dengan menghitung secara phisik aktiva
tetap yang masih tersisa. Harga perolehan aktiva yang masih ada ditaksir
,kemudian selisih antara salo menurut perkiraan dengan nilai taksiran
dibebankan ke perkiraan biaya.
Pengeluaran
modal
Pengeluaran-pengeluaran aktiva tetap seperti biaya pemeliharaan
(maintenance),penambahan (additions), penggantian (replacement) atau perbaikan
(repairs) dapat dikategorikanmenjadi pengeluaran modal (capital expenditures)
and pengeluaran pendapatan ( renevue expenditures). Pengeluaran modal adalah
pengeluaran-pengeluaran yang harus dicatat sebagai aktiva (dikapitalisir ).
Pengeluaran-pengeluaran yang akan mendatangkan manfaat
lebih dari satu periode akutansi termasuk dalam kategori ini. Misalnya
,penambahan satu unit AC dalam sebuah mobil merupakan pengeluaran
modal.Demikian juga halnya dengan pengeluaran –pengeluaran yang menambah
efisiensi ,memperpanjang umur aktiva atau meningkatkan kapasitas atau mutu
produksi. Pengeluaran modal dicatat sebagai debit pada perkiraan : aktiva
ataupun akumulasi penyusutan .Pengeluaran –pengeluaran untuk penambahan dan
penggantian ,pada umumnya dicatat dalam perkiraan aktiva sedangkan utnuk
perbaikan besar-besaran yang akan memperpanjang umur aktiva dicatat
sebagai debit pada perkiraan akumulasi penyusutan.
Pengeluaran
pendapatan
Pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran-pengeluaran yang hanya mendatangkan
manfaat untuk tahun dimana pengeluaran tersebut dilakukan. Oleh karena itu
pengeluaran-pengeluaran akan dibebankan sebagai biaya. Biaya pemeliharaan dan
perbaikan rutin merupakan contoh dari jenis pengeluaran ini. Biaya pemeliharaan
adalah biaya-biaya yang terjadi agar aktiva tetap selalu berada dalam keadaan
baik.Biaya perbaiakn adalah biaya-biaya untuk mengembalikan aktiva tetap dalam
keadaan baik.
Aktiva Tak
Berwujud
Aktiva tak berwujud adalah aktiva tetap perusahaan yang secara phisik tidak
dapat dinyatakan .Contoh Aktiva tak berwujud adalah hak paten,hak cipta ,hak
merek ,biaya riset dan pengembangan biaya ditangguhkan serta hak pengusahaan
sumber alam.Aktiva tak berwujud dapat diperoleh melalui pembelian atau
dikembangkan sendiri oleh perusahaan.
Apabila suatu aktiva tak berwujud diperoleh dengan membeli dari pihak luar,maka
disamping harga beli yang termasuk sebagai harga perolehan (cost) adalah biaya
–biaya tambahan untuk mendapatkannya seperti biaya yang dibayarkan kepada
pemerintah dan notaries serta biaya administrasi yang berhubungan. Apabila
suatu aktiva tak berwujud diperoleh dengan jalan mengembangkan sendiri ,maka
termasuk dalam harga perolehan adalah biaya-biaya bahan , peralatan, dan
fasilitas, biaya gaji dan upah dan biaya tidak langsung misalnyaalokasi biaya
administrasi dan umum.
Hak paten adalah hak yang diberikan oleh pemerintah (Direktorat Paten) kepada
perusahaan atau seseorang atas suatau penemuan baru. Hak ini diberikan dalam
jangka waktu 17 tahun.
Hak Cipta adalah hak yang diberikan oleh pemerintah ( Direktorat Paten) kepada
perusahaan atau seseorang atas karya-karya tulisan dan seni yang dihasilkan.hak
ini diberikan untuk selama penciptanya masih hidup ditambah 50 tahun setelah
meninggal dunia. Hak merek juga dikeluarkan oleh Direktorat Paten. Ketentuan
mengenai merek diatur melalui undang-undang No. 21 tahun 1961. Merek menurut
ketentuan undang-undang ini adalah tanda yang digunakan untuk membedakan
barang-barang produksi atau barang-barang perniagaan seseorang atau perusahaan
lain.
Biaya yang ditangguhkan adalah biaya-biaya yang tidak dapat dibebankan dala
periode terjadinya karena memberikan manfaat di masa datang misalnya biaya
operasi,biaya emisi saham dan biaya pendirian. Biaya pendirian adalah
biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan usaha mendirikan perusahaan yang
termasuk biaya ini adalah biaya untuk memperoleh izin usaha ,izi penanaman
modal dan lain-lain. BIaya emisi saham adalah biaya-biaya yang terjadi
sehubungan dengan penjualan saham kepada masyarakat.
Biaya pra operasi (preoperating cost ) adalah biaya –biaya yang terjadi mulai
dari saat mendirikan sampai dengan saat perusahaan menghasilkan pendapatan.
Biaya administrasi, umum,penjualan dan produksi ,dikapitalisir sebagai
biaya pra operasi.
Amortisasi
Pengurangan nilai suatu aktiva tak berwujud yang seara berkala dibebankan
sebgai biaya disebut amortisasi (amortization). Amortisasi aktiva tak
berwujud pada umumnya dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus.
Dipandang dari sudut kemungkinan amortisasinya ,aktiva tak berwujud dapat
digolongkan sebagai :
a. Aktiva tak berwujud yang adanya dibatasi dengan undang-undang,peraturan
atau persetujuan,misalnya hak paten, hak cipta dan hak merek
b. Aktiva tak berwujud yang tidak terbatas waktunya dan
pada waktu perolehannya tidak ada petunjuk mengenai usianya yang
terbatas,misalnya biaya pendirian dan biaya pra operasi
Harga
perolehan aktiva tak berwujud kategori : (a)Diamortisasikan selama jangka waktu
yang dinyatakan dalam ketentuan.Bila ternyata jangka waktu kegunaannya lebih
lama atau lebih singkat dari perkiraan semula,maka dapat dilakukan koreksi
seperlunya. Aktiva yang termasuk dalam kategori (b) diamortisasikan sesuai
pertimbangan perusahaan ,asalkan amortisasi tersebut layak dan masuk akal.
Amortisasi aktiva tak berwujud dicatat dengan mendebit perkiraan biaya
amortisasi dan mengkredit perkiraan akumulasi amortisasi atau langsung ke
perkiraan aktiva yang bersangkutan.
Pencatatan
Anggaplah bahwa untuk memperoleh suatu hak paten ,perusahaan telah mengeluarkan
uang sebesar Rp.25.000.000 .Perolehan ini dicatat sebagai berikut :
(D) Hak
paten
25.000.000
(K)
Bank
25.000.000
Anggaplah juga masa manfaat hak paten tersebut adalah 10 tahun. Amortisasi
tahunan dari hak paten ini,dengan demikian adalah : 10 % x Rp.25.000.000
= Rp.2.500.000
Ayat jurnal
yang harus dibuat adalah :
(D) Biaya
amortisasi
2.500.000
(K) Hak paten
2.500.000
Untuk menggambarkan pencatatan biaya riset dan pengembangan, anggaplah bahwa
suatu perusahaan telah mengeluarkan biaya riset dan pengembangan sebesar
Rp.10.000.000 dalam tahun 199 A dan Rp.12.000.000 selama tahun 199 B .Biaya
riset dan pengembangan ini merupakan biaya rutin yang selalu dianggarkan oleh
perusahaan .Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat transaksi yaitu :
199 A
(D) Biaya riset dan pengembangan
10.000.000
(K)
Bank
10.000.000
199 B
(D) Biaya riset dan pengembangan
12.000.000
(K)
Bank
12.000.000
Apabila riset dan pengembangan tersebut diatas dilakukan untuk suatu produk
tertentu yang dapat diidentifikasikan secara spesifik ,maka isi debit dari
ayat-ayat jurnal diatas diganti dengan pos aktiva : Biaya riset dan
pengembangan belum dialokasikan .Apabila ,kemudian dapat dipastikan bahwa riset
dan pengembangan untuk produk spesifik tadi dinyatakan gagal ,ayat jurnal
berikut yang perlu dibuat :
(D) Biaya riset dan
pengembangan 22.000.000
(K) Biaya riset dan pengembangan
belum
dialokasikan
22.000.000
Hak
Penguasaan Sumber Alam
Suatu perusahaan mungkin memperoleh hak untuk melakukan eksplorasi dan
eksploitasi sumber alam tertentu .Biasanya untuk memperoleh hak eksploitasi
sumber-sumber alam tersebut perusahaan harus membayar sejumlah uang.
Biaya-biaya untuk memperoleh hak penguasan sumber-sumber alam dicatat sebagai
aktiva tetap dan diamortisasikan.
Seperti halnya aktiva tak berwujud,biaya-biaya sehubungan dengan penguasaan
sumber-sumber alam juga akan makin berkurang nilainya yang disebabkan oleh
tambangnya sumber tersebut. Pengurangan nilai itu secara berkala dibebankan
dalam perhitungan rugi laba, yang dalam hal sumber-sumber alam disebut deplesi
. Deplesi pada hakekatnya dapat disamakan dengn penyusutan pada aktiva tetap
berwujud dan pada umumnya deplesi dihitung berdasarkan metode unit produksi.
Sebagai contoh anggaplah sebuah perusahaan harus membayar Rp 1.000.000.000
untuk mendapatkan hak eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi disuatu daerah.
Ayat jurnal yang perlu dibuat yaitu :
(D) Hak penguasaan sumber alam
1.000.000.000
(K)
Bank
1.000.000.000
Anggaplah
juga bahwa setelah mengadakan eksplorasi dan pengembangan cadangan minyak yang
diperoleh adalah 500.000.000 barel. Selama tahun 199A perusahaan tersebut
memproduksi 60.000.000 barel. Tarif deplesi dihitung sebgai berikut :
Tarif deplesi =
Rp.60.000.000 = 12 %
500.000.000
Biaya
deplesi untuk tahun 199A adalah Rp. 120.000.000 (12 % x Rp.1.000.000.000) .Ayat
jurnal yang dibuat adalah sebgai berikut :
(D) Biaya
deplesi
120.000.000
(K)
Hak penguasaan sumber
alam
120.000.000
Aktiva
Lain-Lain
Pos-pos yang
tidak dapat secara layak digolongkan dalam aktiva lancer ,investasi /penyertaan
,aktiva tetap maupun aktiva tidak berwujud ,seperti mesin-mesin yang tidak
digunakan ,disajikan dalam kelompok aktiva lain-lain .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar